Listrik8volt's Blog

Perjalanan Kami menuju INISIATIF 2009

Mahasiswa dan Narkoba – Tio Yudha Permana October 7, 2009

Filed under: Essay,Uncategorized — listrik8volt @ 11:50 pm

Peranan Mahasiswa dalam

Upaya Memberantas Narkoba

Peredaran  gelap narkoba pada saat ini sudah pada tingkat yang sangat memprihatinkan. Berdasarkan data yang ada pada Badan Narkotika Nasional (BNN), tercatat bahwa masalah penyalahgunaan narkoba di tanah air telah merambah sebagian besar kelompok usia produktif yakni yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa.

Dengan demikian, diperlukan upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba secara komperhensif dan intergral tidak hanya oleh pemerintah dan instansi terkait, tetapi juga dari kalangan mahasiswa itu sendiri. Hal tersebut juga sebagai upaya pendukung dalam mengatasi kendala yang dirasakan oleh pemerintah mengenai kurangnya sosialisasi UU No. 22 / 1997 tentang Narkotika, UU No.5 / 1997 tentang Psikotropika, dan UU no. 23 / 1992 tentang Kesehatan melalui beberapa media salah satunya media massa kepadan masyarakat khususnya pelajar, mahasiswa, dan kelompok pemuda serta remaja.

Masalah penyalahgunaan narkoba pada mahasiswa bukan semata-mata masalah kesehatan tetapi mempunyai implikasi politik, sosial, agama dan hukum. Bahkan bila tidak dilakukan penanganan secara sungguh-sungguh maka dampaknya bisa terjadi secara nyata dan bahkan bisa menyentuh hampir semua aspek kehidupan manusia dan pada akhirnya akan mengancam upaya bangsa untuk meningkatkan sumber daya manusia.

Oleh karena itu diperlukan metode dengan menggunakan pendekatan sistem (antara yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan dan saling terkait). Keterpaduan dan keterkaitan di sini mencakup hal-hal sebagai berikut:

Pertama yaitu subyek atau pelaku yang bertanggung jawab dalam setiap upaya penanggulangan penyalahguaan narkoba ini adalah mahasiswa khususnya yang tergabung dalam UKM yang bekerjasama dengan Polri, LSM, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat umum lainnya secara keseluruhan untuk aktif bersama-sama secara terpadu melakukan upaya penanggulangan terhadap penyalahgunaan narkoba. Khusus keterpaduan antar instansi Pemerintah terkait dapat terwadahi dengan terbentuk dan berperannya Badan Narkotika Nasional (BNN) secara optimal sesuai dengan ketentuan Keppres RI No. 17 Tahun 2002 tentang Badan Narkotika Nasional.

Kedua yaitu obyek atau sasarannya adalah siapa dan apa yang akan dilakukan intervensi atau yang menjadi target sasaran dalam pemberantasan atau penanggulangan penyalahgunaan Narkoba ini. Sasarannya adalah mahasiswa, baik pengedar atau bandar, pengguna atau korban. Selain itu adalah tempat, seperti kampus, diskotik, atau area-area yang sering digunakan untuk transaksi narkoba. Dan juga jalur distribusi meliputi darat, laut dan udara atau juga trafficking.

Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan semua subyek atau pelaku dapat bekerjasama dengan baik, khususnya peran mahasiswa sangat dibutuhkan karena sebagian besar pelaku penyalahgunaan narkoba adalah mahasiswa sehingga semua mahasiswa harus dapat berperan secara aktif dalam upaya pemberantasan narkoba ini dengan cara saling mengingatkan sesama mahasiswa dan juga dapat bersosialisasi di kampus dan sekolah-sekolah.

 

Mahasiswa dan Ketahanan Militer – Bayu Ardyanto October 7, 2009

Filed under: Essay,Uncategorized — listrik8volt @ 11:47 pm

Mahasiswa dan Ketahanan Militer

Oleh Bayu Ardiyanto

Ketahanan nasional adalah tergantung dari bagaimana keadaan sebuah sistem militer negara tersebut. Hal itu juga berlaku di Indonesia ini. Kita tidak dapat menyangkal hal tersebebut meskipun pada pasal 31 UUD ’45 berbunyi bahwa pembelaan negara adalah hak dan kewajiban setiap warga negara. Tetapi dilihat dari segi pertahanan, jelas, militer-lah yang menjadi poros utamanya. Saat negara berada dalam gangguan atau ancaman dari pihak lain, kekuatan militer adalah jalan untuk melindungi diri suatu negara. Warga sipil tidak diperkenankan membantu untuk ikut serta karena hal tersebut justru malah akan mengganggu sistem ketahanan militer yang sudah tersusun dalam sebuah strategi yang uth, dimana itu adalah rahasia dari pihak militer. Ambil saja contoh ketika kasus penggrebegan Ibrahim di Temanggung, para warga justru tidak disarankan untuk mendekat, apalagi membantu, karena hal tersebut justru akan menjadikan gangguan bagi pihak militer dalam menjalankan aksinya.

Lalu bagaimana dengan peran warga negara? Terutama dengan mahasiswa?

Seperti telah dijelaskan diatas, telah tertera dalam UUD bahwa setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban untuk melindungi NKRI. Tetapi, untuk kelas mahasiswa, bukan lalu menjadi seorang tentara untuk melindungi negara ini. Tidak dapat dipungkiri, ketahanan militer akan semakin baik seiring dengan semakin canggih-nya sistem dan persenjataannya. Disinilah peran mahasiswa dibutuhkan, terutama mahasiswa teknik. Seorang ahli teknik (engineer) yang handal dalam pengembangan dan perawatan sistem pertahanan negara akan sangat dibutuhkan demi ketahanan militer yang baik. Dengan didasarkan pada moral yang baik dan tujuan yang benar-benar untuk melindungi NKRI, maka ketahanan militer yang kuat akan terecapai. Sehingga Indonesia dapat terbebas dari ancaman dan gangguan dari pihak-pihak yang inign mengganggu ketentraman Republik Indonesia.

Untuk awalnya, sebelum terjun ke lapangan nanti, mahasiswa dituntut untuk selalu siaga dan terus mengembangkan diri guna menjawab tantangan bangsa dan era globalisasi, demi terciptanya kehidupan yang lebih baik untuk Indonesia di masa yang akan datang.

 

Mahasiswa dan Ketahan Militer – Nabil Ihsan Ahmad October 7, 2009

Filed under: Essay,Uncategorized — listrik8volt @ 11:31 pm

Mahasiswa dan Ketahanan Militer

Melihat tema dari essay yang diajukan ke kelompok 8 sebagai penugasan INISIATIF sangatlah menarik. Mahasiswa dan Militer, dua kata yang tidak bisa disatukan karena perbedaan latar belakang yang begitu ekstrem. Mahasiswa memiliki tugas pokok belajar dan membela rakyat dengan tulisan serta gagasan, sedangkan Militer bertugas mempertahankan kedaulatan NKRI dengan segala resikonya. Hal ini diperkuat lagi dengan adanya peristiwa Mei 1998, dimana Mahasiswa berkonfrontasi langsung dengan Militer.

Mahasiswa pada dasarnya tidak mempunyai sangkut paut dalam urusan ketahanan militer. Mereka berperan dalam mempertahankan NKRI dalam bentuk aksi solidaritas ataupun sosial. Mereka memberikan kontribusi yang berbeda dan sangat bertolak belakang dengan cara militer. Kalau kita hanya melihat dari satu sisi, ketahanan militer ini mungin hanya eksklusif dimiliki oleh lembaga-lembaga militer (dalam hal ini TNI) tapi, ini bukan berarti mahasiswa tidak bisa ikut andil dalam ketahanan militer.

Mahasiswa mempunyai organisasi sendiri dalam hal ketahanan militer, yaitu Resimen Mahasiswa (Menwa). Organisasi ini melebur garis pembatas antara mahasiswa dan militer. Mereka bisa menyatukan kedua unsur yang berbeda latar belakang ini menjadi satu kesatuan. Dengan menggunakan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), mereka menjalankan tugas sebagai masyarakat sipil yang mampu mempertahankan negeri.

Ada sebuah pertanyaan yang mencuat. Apakah perlu seorang mahasiswa bergabung dalam Menwa untuk bisa ikut andil dalam urusan ketahanan militer? Apalagi tugas utama seorang mahasiswa bukan lah itu. Mungkin jawabannya relatif oleh masing-masing individu, tapi mahasiswa yang berjiwa nasionalis tentu merasa terpanggil untuk bisa berbakti kepada negara, tanpa harus memasuki organisasi apapun.

Intinya adalah, seorang mahasiswa tidak perlu terjun secara langsung sebagai unsur yang ikut andil dalam ketahanan militer. Mereka cukup menjadi aktor dibelakang layar melalui tulisan serta gagasan.

HIDUP MAHASISWA!

 

Mahasiswa dan Ketahanan Militer – Yusran Oktavianda October 7, 2009

Filed under: Essay,Uncategorized — listrik8volt @ 11:28 pm

Mahasiswa dan Ketahanan Militer

Kita tahu dalam batang tubuh UUD 1945 pasal 30 ayat 1 disebutkan bahwa “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”. Hal ini menunjukkan bahwa kita para mahasiswa juga harus berperan dalam ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Dan salah satu usaha mahasiwa untuk menjadi bagian dari itu adalah dengan adanya UKM Menwa (Resimen Mahasiswa).

    Menwa adalah suatu UKM universitas yang bertujuan untuk
    1. Merencanakan mempersiapkaan dan menyusun seluruh potensi mahasiswa dalam memantapkaan ketahanaan nasional dengan melaksanakan usaha dan kegiatan ratih (rakyat terlatih).
    2. Membantu terlaksananya pembinaan kesadaran bela negara serta kelancaran kegiatan dan program lainnya di perguruan tinggi

Salah satu komponen dari Menwa adalah komponen pertahanan negara. Yang dimaksud dalam hal ini adalah jika negara dalam keadaan kacau/perang, Menwa selaku bagian dari komponen bangsa yang terlatih dapat dilibatkan sebagai non combatan sebagai komponen pertahanan negara.

Untuk menunjang kemampuan para anggota Menwa, para anggota diberi materi giat dalam bidang pertahanan negara yaitu

    1. Wawasan kejuangan yang mencakup:
    • Pancasila dan UUD 1945, UU No 3 tentang pertahanan negara, PPBN, Kewaspadaan Nasional, dan Wawasan Nusantara

2.   Teknik Militer yang mencakup:

    • IMPK, NIKGARLAT, Dikperor, Permildas, Pengjatri/Latbak, Taktik bertempur (Ru, Ton, Ki), Kesehatan lapangan, Pioneer, Komlek, dan Caraka

    1. Jasmani Militer yang mencakup:
    • Bela diri militer, senam senjata, halang rintang, senam balok, perkelahian sangkur, renang militer, long march/han march, prajurit tangkas/berganda

Dari materi giat ini  mahasiswa dilatih untuk menjadi bagian dari ketahanan militer yang tidak hanya pandai dalam menggunakan senjata tapi juga pandai menggunakan otak mereka jika suatu saat mereka terlibat dalam suatu peperangan/konflik.

Dan dari penjelasan di atas kita dapat mengerti bahwa kita mahasiswa dapat berperan baik dalam ketahanan militer negara kita ini.

Yusran Oktavianda

Fistek09 (35237)

 

Mahasiswa dan Ketahanan Militer – Muhammad Arief Ariyanto October 7, 2009

Filed under: Essay,Uncategorized — listrik8volt @ 11:26 pm

Mahasiswa dan ketahanan militer !?

Mahasiswa, yang dikenal sebagai pelajar tingkat tertinggi di penjuru dunia manapun, katanya sih punya hubungan dengan yang namanya ketahanan militer. Cukup aneh, bagi beberapa orang yang baru kali ini mendengarnya. Namun ternyata, kekuatan mahasiswa juga turut berperan dalam ketahanan militer negri kita tercinta karena mahasiswa adalah salah satu kumpulan warga yang dididik dan diharapkan mampu mempertahankan bangsa dan tanah air kita ini. Saat kegunaan militer tidak terlalu efektif dalam menyuarakan masalah dan solusi dari masalah tersebut, kita mahasiswa dapat melengkapi apa yang tidak dapat dilakukan dengan sempurna oleh badan – badan militer di negri kita tercinta. Oleh sebab itulah, kita mahasiswa seharusnya memiliki kesadaran agar sekiranya dapat membantu militer dalam bidang ketahanannya, sehingga kita dapat mencegah dan melindungi bangsa kita dari berbagai budaya dan kejadian yang tidak diinginkan, atau mala melenceng dari agama dan budaya kita. Adapun cara agar kita dapat menjaga dan berfungsi sebagai ketahanan militer secara utuh dan sempurna, yakni dengan mengikuti kegiatan organisasi di samping kuliah.

Bagaimanapun kemampuan berorganisasi sangatlah penting. Di samping kita dapat berkontribusi kepada masyarakat sekitar akan apa yang kita lakukan dalam program – program kerja pada waktu berorganisasi, kita juga dapat mengasah kemampuan bekerja sama dalam suatu kelompok. Mempelajari tentang bagaimana menjadi pemimpin yang baik, dan juga bagaimana cara yang tepat untuk memimpin orang lain. Sehingga kita dapat membangun dan menguatkan kesatuan antar sesama umat Indonesia.

 

Mahasiswa dan Ketahanan Militer – Anggi Budi K October 6, 2009

Filed under: Essay,Uncategorized — listrik8volt @ 10:31 pm

MAHASISWA DAN KETAHANAN MILITER

Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia di jaman sekarang ini tidak lagi hanya perang secara fisik maupun perang secara terbuka. Perang – perang yang menggunakan mesin perang seperti senapan, granat, tank, roket dsb itu akan semakin menjadi pilihan terakhir dalam berperang. Ini pula akan menekan teknologi sebagai syarat perang militer jaman sekarang yang tentunya akan berbeda dari perang – perang konvensional terdahulu. Kita akan berada di dalam satu era dimana peperangan atau penjajahan oleh bangsa terhadap bangsa lain akan terjadi tanpa adanya pertumpahan darah dan persenjataan. Di masa mendatang kita akan melihat bangsa yang kalah dalam peperangan dalam arti karena “serangan – serangan”  berbagai pihak dan bidang seperti bidang teknologi, ekonomi, sosial budaya, maupun bidang yang lain. Suatu bangsa yang tidak siap tentunya akan mengalami hal seperti itu.

Di berbagai perguruan tinggi, telah cukup lama terdapat resimen –  resimen mahasiswa yang beranggotakan mahasiswa memiliki bekal ketrampilan militer dan terdidik dalam pengetahuan dan wawasan ketahanan nasional. Keberadaan resimen mahasiswa (Menwa) merupakan instrumen penting bagi terciptanya ketahanan nasional. Kedisiplinan yang dikombinasikan dengan kemampuan analisa seorang intelektual merupakan faktor penting yang mendukung ketahanan nasional ini.

Seperti perkataan Menpora yang kemudian mengutip prediksi salah seorang pakar konflik mancanegara yang menyatakan bahwa Indonesia sedang bergerak dari negara lemah menjadi negara gagal akibat terus merebaknya berbagai konflik. Menurut Menpora, Indonesia harus mempunyai ketahanan nasional yang tangguh agar tidak gampang dilecehkan bangsa-bangsa tetangganya sendiri. Dan sejauh ini perkiraan seperti itu ternyata tidak pernah terwujud karena adanya ketahanan nasional bangsa ini yang di antaranya melibatkan peran pemuda dan mahasiswa. Maka ia mengatakan, keberadaan Menwa menjadi hal penting karena mereka telah terbiasa berdisiplin sekaligus kritis seperti pada umumnya mahasiswa. Menwa itu bukan berarti menjadikan sipil sebagai militer, akan tetapi jiwanya yang disiplin tinggi seperti layaknya militer itulah yang perlu dicontoh sipil.

 

Mahasiswa dan Ketahanan Mililter – Dewati Widitama October 6, 2009

Filed under: Essay,Uncategorized — listrik8volt @ 10:30 pm

Mahasiswa & Ketahanan Militer

Ketahanan suatu negara bergantung pada bagaimana negara tersebut bisa melindungi segala aspek dirinya dari ancaman luar atau dalam. Militer adalah perangkat yang menjalalni tugas melindungi tersebut. Ketahanan militer yang baik tentu menjaga suatu negara dengan baik pula. Penjagaan tersebut tak semudah diucapkan dengn kata-kata. Ada banyak faktor yang berperan dalam keberhasilan militer negara. Diantaranya adalah kualitas tentara dan perlengkapan perang yang memadai.

Kualitas tentara bisa dilihat dari pendidikan yang didapat seorang tentara dari sebuah akademi atau program pendidikan lain yang sesuai. Bisa dilihat disini pendidikan ternyata juga berpengaruh pada kualitas tentara yang nantinya juga akan berpengaruh pada ketahanan militer yang baik.

Seperti halnya kualitas tentara, perlengkapan perang yang memadai juga merupakan salah satu kunci keberhasilan militer suatu negara. Memadai bisa diartikan lengkap, layak dan kuantitas yang sesuai. Maksudnya, perlengkapan militer yang memadai itu berarti lengkap untuk sektor darat, laut, dan udara. Kemudian, semua peralatan tersebut layak pakai sehingga tidak berbahaya jika digunakan oleh tentara militer. Lalu, jumlah atau kuantitas peralatan harus sesuai dengan kebutuhan negara kita yang merupakan kepulauan ini. Namun justru akhir-akhir ini terjadi beberapa kecelakaan yang membuktikan tidak tercapainya faktor perlengkapan yang baik ini. Sungguh suatu kekhawatiran yang tinggi mengingat begitu luasnya daratan dan lautan yang harus dilindungi para tentara. Terkadang kecelakaan ini menjadikan masyarakat memandang buruk satuan militer negara kita ini.

Jika kita tengok ke judul essay ini, mungkin Anda akan bertanya-tanya bagian manakah ‘mahasiswa’nya? Mahasiswa pada umumnya dididik untuk siap dalam dunia kerja. Selain itu, mahasiswa juga harus bisa membuat suatu karya baru yang bermanfaat. Salah satunya adalah mahasiswa teknik. Mahasiswa teknik adalah satu dari sekian banyak bibit unggul yang diciptakan untuk menjawab persoalan teknologi yang terus berkembang. Kita bisa mengkorelasikannya dengan faktor militer yang sebelumnya telah kita bahas, yakni perlangkapan militer yang memadai.

Menghadapi persoalan mengenai perlengkapan, kita harus mengerti mulai dari perawatan hingga perbaikan. Teknisi adalah orang-orang ahli yang paham mengenai hal seperti itu. Mahasiswa teknik adalah cikal bakal teknisi yang sebagian berkecimpung dalam hal perkembangan perlengkapan perang di dunia. Sehingga bisa kita hubungkan dengan jelas bahwa mahasiswa, khususnya mahasiswa teknik memliki andil dalam ketahanan militer Negara ini.

Untuk bisa berkembang di teknologi kemiliteran ini, seorang teknisi juga harus mempunyai jiwa sosial yang baik. Agar bisa bekerja sama dengan teknisi-teknisi luar negeri. Untuk itu peran organisasi kemahasiswaan yang diikuti saat mahasiswa sangat berperan penting dalam kemajuan teknologi peralatan militer Negara Indonesia.

Jadi, kita ini, sebagai mahasiswa teknik yang berperan dalam kemajuan Negara juga dalam ketahanannya, walaupun secara tidak langsung, harus terus berkarya dan berjuang agar Indonesia bisa menjadi Negara yang sejahtera. Sangat bisa terjadi, kita-kita ini jugalah yang harus mulai dari sekarang memberi kontribusi mengenai perlengkapan militer agar tidak lagi terjadi kecelakaan militer yang menghancurkan mental para tentara penjaga Negara kita sendiri ini.

 

Mahasiswa dan Ketahanan Militer – Feni Wijiastuti October 6, 2009

Filed under: Essay,Uncategorized — listrik8volt @ 10:29 pm

Mahasiswa dalam Ketahanan Militer

Kedisiplinan yang dikombinasikan dengan kemampuan analisa seorang intelektual merupakan faktor penting yang mendukung ketahanan nasional.

Mengutip prediksi salah seorang pakar konflik mancanegara yang menyatakan bahwa Indonesia sedang bergerak dari negara lemah menjadi negara gagal akibat terus merebaknya berbagai konflik.

Tapi perkiraan seperti itu ternyata tidak pernah terwujud karena adanya ketahanan nasional bangsa ini yang di antaranya melibatkan peran pemuda dan mahasiswa.

Indonesia harus mempunyai ketahanan nasional yang tangguh agar tidak gampang dilecehkan bangsa-bangsa tetangganya sendiri.

Menwa( Resimen Mahasiswa) itu bukan berarti menjadikan sipil sebagai militer. Tapi jiwa disiplin tinggi militer itulah yang perlu dicontoh sipil.

Oleh karena itu, kita sangat menyesalkan apabila ada pihak yang selalu menghujat dan mengecam TNI dan aparat keamanan lainnya. Padahal Orang yang telah bersedia masuk dalam dunia kemiliteran berarti sebenarnya dia telah melakukan kontrak bersedia mati buat negara ini.

Selain itu, bangsa ini juga mempunyai penyakit lama, yakni mudah sekali diadu domba sehingga yang sering terjadi adalah penghancuran diri sendiri (self destruction).

Untuk mengatasi itu semua dibutuhkan ntelektual muda untuk dapat berkontribusi dalam menjaga ketahanan mliter dan nasional.

Bukan hanya aparat keamanan saja yang menjaga kedaulatan NKRI tetapi menjadi kewajiban kita sebagai warga negara sekaligus sebagai mahasiswa Indonesia untuk dapat menjaga stabilitas nasional.

Hal itu merupakan bukti nyata pengabdian kita terhadap bangsa Indonesia.

 

Mahasiswa dan Ketahanan Militer – Novriman Livia October 6, 2009

Filed under: Essay,Uncategorized — listrik8volt @ 10:29 pm

Mahasiswa dan Ketahanan Militer

Mahasiswa dan ketahanan militer? Kira-kira apa ya hubungannya? Ya sudahlah, karena ini merupakan tema dalam essay, saya akan mencoba untuk menghubung-hubungkannya. Lagipula menurut pemikiran saya ada tiga hal yang harus dimiliki mahasiswa yang merupakan karakter ketahanan militer. Yaitu, Kedisiplinan, Mental yang kuat, dan kegigihan. Saya akan membahasnya satu persatu.

Kedisiplinan, seorang mahasiswa juga seorang pejuang yang berjuang di medan perang. Tetapi bedanya, kita mahasiswa tidak berjuang menggunakan senjata seperti tentara, melainkan berjuang dengan menggunakan pena dan ilmu yang kita miliki. Membangun bangsa adalah medan juang kita. Membangunnya di bidang iptek, sosial budaya, ekonomi, politik, dan lainnya. Untuk mendapatkan ilmu di bangku kuliah kita harus memiliki kedisiplinan. Jika kita tidak disiplin, kita akn menjadi mahasiswa yang santai dan tidak karuan.

Mental yang kuat, sorang mahasiswa wajib memiliki mental yang kuat. Layaknya tentara yang tidak takut mati. Tidak malu bertanya jika tidak tahu dan juga berani berbicara di depan umum dalam menyampaikan pendapat. Mengapa kita harus memiliki mental kuat? Karena kita mahasiswa merupakan calon pemimpin bangsa. Seorang pemimpin harus memiliki mental baja dan wibawa yang tinggi. Jika seorang pemimpin memiliki mental yang lemah, entah apa yang terjadi pada rakyatnya.

Kegigihan, kegigihan merupakan hal yang sngat penting dalam mencapai tujuan kita. Kita tidak boleh menyerah dalam hidup. Jika gagal, maka coba dan coba lagi sampai titik darah penghabisan. Dalam duni militer jga sering kita mendengar kalimat tersebut. Sebagai mahasiswa yang harus selalu berinovasi, tentunya akan banyak hambatan atau rintangan yang akan kita dapatkan. Maka kita harus gigih dalam menghadapinya.

 

Mahasiswa dan Ketahanan Militer – Ahmad Mudzakir E October 6, 2009

Filed under: Essay,Uncategorized — listrik8volt @ 10:27 pm

Mahasiswa adalah generasi pemimpin masa depan. Peran dan sikapnya sekarang akan berpengaruh pada kepemimpinan masa depan. Oleh karena itu, sudah semestinya kita sebgai mahasiswa mempersiapkan diri untuk menjadi seorang pemimpin yang baik.

Disamping kepemimpinan yang mantap, sebuah negara juga membutuhkan ketahanan militer yang baik. Dan mahasiswa, sebagai generasi masa depan, lagi-lagi dituntut untuk berperan dalam meningkatkan kualitas ketahanan militer nasional. Kita harus memiliki mental dan fisik yang kuat, wawasan yang luas, serta pemikiran yang cerdas dan kreatif.

Misalnya, sebagai mahasiswa teknik kita bisa berperan dalam mengembangkan alutsista (alat utama sistem pertahanan), yang dalam hal ini negara kita belum memadai, sehingga dengan mudah ada pihak lain yang masuk dan mengganggu keamanan wilayah teritorial kita ataupun mengmbil kekayaan alam bangsa kita sehingga negara mengalami kerugian yang besar. Dengan memiliki alutsista yang baik, kita bisa melindungi dan mengawasi wilayah teritorial kita dari gangguan pihak-pihak asing.

Selain itu, dengan alutsista yang canggih dan modern, negara kita bisa memiliki peran yang lebih di dunia internasional dalam bidang keamanan, dan kita tidak perlu takut dan merendah terhadap dominasi negara-negara besar. hal ini sebagaimana yang diamanatkan oleh asas politik luar negeri kita, yaitu bebas dan aktif.

Jadi, sebagai mahasiswa, kita harus belajar dengan giat dan banyak berkresi supaya di masa depan kita bisa mewujudkan ketahanan militer nasional yang mantap, sehingga bangsa kita menjadi bangsa yang kuat dan maju.

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.